IQNA

Dunia Islam Membutuhkan Interaksi dengan Kota Suci Qom

12:56 - January 05, 2011
Berita ID: 2059402
Dunia saat ini dan khususnya negara-negara Islam membutuhkan interaksi dengan kota Qom dan pusat-pusat ilmiah dan penelitian disana (Qom).
Zulvan Lindan seorang penasehat Presiden Indonesia, disela-sela penelitiannya di pusat penelitian Komputer “Nur” di kota Qom dalam wawancara ekslusif dengan IQNA menegaskan: Islam dengan pendekatan Syiah di Asia Tenggara khususnya di Indonesia tidak banyak memiliki perkembangan karena kurangnya referensi dan dakwah yang cukup.

Dia menambahkan: saat ini dengan alasan kurangnya referensi yang berbahasa Melayu atau Indonesia, maka perkembangan dan pertumbuhan Syiah di Indonesia dengan susah dan mendapatkan kesulitan, sehingga ketika kami diminta untuk menyebutkan refrensi ajaran madzhab anda? Maka selain Al Qur’an dan riwayat-riwayat dari Nahjul Balaghoh dan para Imam suci maka kami tidak memiliki sesuatu yang lain untuk kami tawarkan.

Mantan wakil Parlemen di Indonesia ini menegaskan: saat ini kami dari Republik Islam Iran khususnya hauzah ilmiah Qom memohon agar problema besar kami dapat diatasi.

Pimpinan hauzah Amirul Mukminin (as) Jakarta menyatakan: saat ini Iran adalah kebanggaan dunia Islam dan kota Qom adalah ujung tombak pertama gerakan kebangkitan Imam Khomaini QS disaat dimana dunia Islam kehausan akan pengetahuan Ahlul Bait as dan kebangkitan revolusi Imam Khumaini Qs yang dapat disaksikan di seluruh penjuru dunia.

723317
captcha